kumpulan nasyid penggugah semangat - untukmu Pemuda Islam :)

Minggu, 31 Oktober 2010
Munsyid : Izzatul Islam

Judul : Mars Pemuda Islam



Wahai pemuda Islam bersatulah!

Dunia Islam menanti langkah sucimu

Luruskan niat di hati

Rapat barisan sejati

Jadikan diri pemuda Rabbani





Allah Ghayatuna

Muhammad Qudwatuna

Qur’an Dusturuna

Jihad Sabiluna





Allah Tujuanku

Muhammad Tauladanku

Qur’an Petunjukku

Dan Jihad Jalanku

Syahid di jalan Allah Cita-cita tertinggi







Munsyid : Izzatul Islam

Judul : Wahai Pemuda Islam



Kuatkan tekad, teguhkan hati Ikhlaskan diri ridho Illahi Aral menghadang bukan penghalang Pabila azzam kuat menghujam



Tegakkan al-haq hantam al-bathil Kalimat Allah tegak meninggi Cahya Al-Quran tebar di dunia Jadi penerang insan semua



Dengan bekal keimanan dan kebersihan jiwa Kita bela kebenaran dimanapun berada Dengan bekal keimanan dan kebersihan jiwa Kita bela kebenaran dimanapun berada



Wahai pemuda islam bangkit dan bersatulah Curahkan tenagamu tuk tinggikan kalimatnya Wahai pemuda islam bangkit dan bersatulah Curahkan tenagamu tuk tinggikan kalimatnya



Berjalan seiring, bergerak bersama Menuju bahtera Islam nan jaya



Oh indahnya perjuangan walau penuh tantangan Rosulullah dan sahabat tlah merintis langkahnya Oh indahnya perjuangan walau penuh tantangan Rosulullah dan sahabat tlah merintis langkahnya



Langkah yang harus kita tempuh tanpa bimbang dan ragu Hanya itu kan tertuju cita - cita yang padu



Wahai pemuda islam bangkit dan bersatulah Curahkan tenagamu tuk tinggikan kalimatnya Berjalan seiring, bergerak bersama Menuju bahtera Islam nan jaya



Dengan bekal keimanan dan kebersihan jiwa Kita bela kebenaran dimanapun berada



Wahai pemuda islam bangkit dan bersatulah Curahkan tenagamu tuk tinggikan kalimatnya Wahai pemuda islam bangkit dan bersatulah Curahkan tenagamu tuk tinggikan kalimatnya



Syahidkan menjemputmu, jannah tlah menunggumu Berbahagialah dirimu



Berjalan seiring, bergerak bersama Menuju bahtera Islam nan jaya



Dengan bekal keimanan dan kebersihan jiwa Kita bela kebenaran dimanapun berada Dengan bekal keimanan dan kebersihan jiwa Kita bela kebenaran dimanapun berada



Wahai pemuda islam bangkit dan bersatulah Curahkan tenagamu tuk tinggikan kalimatnya Wahai pemuda islam bangkit dan bersatulah Curahkan tenagamu tuk tinggikan kalimatnya Read More..

SUMPAH PARA PEMUDA UNTUK NEGERI TERCINTA

SUMPAH PARA PEMUDA UNTUK NEGERI TERCINTA

Sebuah Refleksi 82 tahun sumpah pemuda

Khaerudin El Fishab (kastrat KAMMI Komiasriat Soedirman)

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa mendatang“ begitulah kata para
bijak bestari dan tentunya “pemimpin hari ini adalah pemuda masa lampau“.
Berangkat dari Sosok teladan terbaik sepanjang zaman yaitu Rasulullah saw,
ketika menjadi seorang pemuda bukankah ia orang yang gigih dalam berniaga,
orang yang paling kuat fisiknya diantara para sahabat yang akhirnya
mengantarkan ia menjadi seorang negarawan ulung yang membawa misi (risalah
tauhid) menjadi cahaya di sepanjang zaman. Kemudian sahabat Ali r.a adalah
seorang pemuda yang sangat teruji kezuhudannya hingga ia menjadi orang yang di
pilih oleh Rasulullah menjadi menantunya. Masih ingatkah kita tentang pemuda
Al kahfi yang di kejar, di musuhi penduduk setempat hingga akhirnya
bersembunyi dan tertidur di sebuah gua hanya untuk menyelamatkan prinsip ke
ilahian yang akhirnya terbangun dan melihat kemenangan prinsip yang selama ini
mereka pegang.

Dan ketika kita menengok sejarah bangsa ini kita akan temukan sosok
para pemuda pendiri negeri ini seperti Soekarno sang proklamator kemerdekaan
yang dengan strateginya memanfaatkan peluang dari politik balas budi kolonialis
mengenyam pendidikan hingga akhirnya memecah permasalahan bangsa saat
itu, dan perlu kita ketahui kemerdekaan negeri ini tak lain karena Soekarno
di culik terlebih dahulu oleh para pemuda dan di bawa ke Rengasdengklok
adalah sebuah siasat politik agar Soekarno mempercepat kemerdekaan RI agar
seakan-akan kemerdekaan RI murni adalah hasil perjuangan Bangsa bukan
atas permintaan Jepang. Kemudian M. Yamin pidatonya yang berkobar-kobar
membangkitkan semangat para pejuang dikala itu. Dan lagi-lagi para pemuda lah
yang meruntuhkan rezim orde baru dan melahirkan reformasi dan KAMMI juga
turut membidani lahirnya reformasi he he ...

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada
Tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk“(Al Kahfi : 13)

Sungguh, nikmat menjadi pemuda yang harus kita sykuri karena pemuda
adalah masa yang begitu luar biasa mulai dari kekuatan fisik yang sedang tinggi-
tingginya kemudian ide dan pemikiran pemuda juga lah yang banyak melahirkan
karya-karya besar di muka bumi.

Tapi mari kita lihat pemuda hari ini apakah ada pemuda-pemuda

pemberani seperti nabi Ibrahim, yang tak letih bertaubat seperti nabi Adam,
negarawan ulung seperti Rasulullah saw, sezuhud Ali r.a, secerdik Salahudin Al
Ayubi dan tentunya seheroik pemuda-pemuda pejuang kemerdekaan dan pendiri
negeri ini. Ternyata pemuda hari ini masih banyak yang di ninabobokan oleh
kenikmatan-kenikmatan semu, tersesat oleh pemikiran-pemikiran (isme-isme)
jahiliyah, dan teracuni oleh hedonisme dan lain sebagainya. Pemuda hari ini masih
ingatkah dengan isi dari sumpah pemuda yang menggemakan persatuan bangsa,
tanah air, dan bahasa. Perlu kita sadari negeri ini sedang terpuruk bahkan bisa di
bilang sekarang negeri kita Indonesia ini adalah negeri para bedebah yang prestasi
keburukannya telah melanglang buana berada di podium-podium tertinggi,
menyedihkan bukan ?

Lalu apa yang harus kita lakukan? Tak lain mari kita kembalikan kejayaan
negeri ini dengan tangan-tangan tangguh para pemuda, mari kita gaumkan
satu tanah air tanah air tanpa penindasan, mari kita gantikan para pemimin-
pemimpin yang bobrok moralnya, para koruptor dan para bedebah negeri ini. Kita
optimalkan potensi yang kita miliki. Cukup sudah kita tak usah tertidur terlalu
lama lagi ayo bangkit wahai para pemuda mari kita bekerja dan bekarya untuk
negeri tercinta dan untuk Allah swt, mari eratkan persatuan, rapatkan barisan.

Wahai pemuda !

Sesungguhnya, sebuah pemikiran cita dan asa itu akan terwujud jika
kita perkuat rasa keyakinan kita untuk mengembalikan kejayaan, memperkuat
iman dan takwa, ikhlas dalam berjuang di jalannya semakin bersemangat
dalam merealisasikannya dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam
mewujudkannya. Dan itu semua tidak terdapat kecuali pada diri pemuda.

“jadilah kalian pemuda terbaik yang dilahirkan untuk manusia dan untuk
semsesta alam membawa perbaikan di setiap zaman menyeru pada kebaikan dan
mencegah kemungkaran“

Kepada para pemuda yang merindukan lahirnya kejayaan...

Kepada bangsa yang tengah kebingungan di persimpangan jalan...

Kepada para pewaris peradaban yang kaya raya,

Yang telah menggoreskan catatan membanggakan di lembar sejarah umat
manusia

Kepada setiap pemuda Muslim

Yang yakin akan masa depan dirinya Read More..

JADILAH KAU MAHASISWA DENGAN PENUH KECINTAAN DARI RABBMU

Selasa, 28 September 2010

JADILAH KAU MAHASISWA DENGAN PENUH KECINTAAN DARI RABBMU

“ Pencapaian idealitas mahasiswa adalah keniscayaan sebagai hamba yang besyukur”
Oleh khaerudin El Fishab (kastrat KAMMI komisariat Soedirman)
Kawan . . . hanya kata salam penuh cinta dan  perjuangan, yang akan KAMMI lantunkan untukmu saudara-saudaraku para  mahasiswa. Menjadi mahasiswa tentunya adalah sebuah anugerah yang harus kita syukuri, karena begitu banyak nikmat yang ada pada diri seorang mahasiswa. Menjadi mahasiswa adalah sebuah cerminan untuk sebuah amanah besar yang tertumpu di pundak ini, sebuah amanah yang kita emban sebagai khalifah di muka bumi ini, karena engkaulah para agent of change yang akan membawa perubahan menuju negeri Indonesia yang jaya, yang akan membawa negeri ini berlepas dari keterpurukan. Engkaulah  para iron stock yang akan menjadi sumber berharga generasi pewaris negeri yang indah ini. Mahasiswalah yang esok akan menggantikan pemimpin-pemimpin negeri ini. Engkaulah para elit masyarakat, dengan jumlah yang sedikit namun mahasiswalah yang berada di puncak tertinggi piramida intelektualitas. Maka bersiapsiagalah untuk memulai merealisasikan mimpi-mimpi itu.
Kawan . . . mari sejenak kita lihat kondisi negeri kita yang masih masih masih dan masih sangat terpuruk. Negeri yang kaya akan sumber daya alamnya tak ayal jika kita menutup mata akan kenyataan bahwa negeri ini memang kaya. Memang tak salah negeri ini disebut negeri yang kaya. Lihat saja negeri kita ini masih kaya dengan masyarakat miskinnya, masih kaya dengan generasi mudanya yang berpendidikan rendah, masih kaya dengan pejabat-pejabatnya yang tiada henti mendzalimi rakyatnya, masih kaya dengan berbagai kesengsaraan yang dialami bangsa ini, masih kaya dengan masyarakatnya yang tak bermoral. Dan masih kaya dengan orang-orangnya yang pintar namun pintar membodohi yang lain.
Untuk itulah mahasiswa harus berusaha menjadi mahasiswa yang ideal sebagai suatu moadal perubahan. Tidak ada yang tidak berubah di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri, begitu pula bangsa kita. Saat ini bangsa kita sedang terpuruk dan lemah. Namun suatu saat akan datang masanya dimana bangsa ini bangkit dan memimpin peradaban manusia. Karena kepemimpinan bangsa-bangsa itu seperti roda, ada gilirannya di atas dan ada saatnya di bawah. Saat itu pasti akan datang karena selalu ada orang-orang yang bekerja untuk itu, untuk perubahan. Kalau bukan kita, maka akan ada orang lain.

Sejarah telah mencatat bahwa perubahan-perubahan besar yang pernah terjadi pada suatu bangsa pasti didalangi oleh mahasiswa yang menjadi anak bangsanya. Motornya pasti mahasiswa, walaupun kenyataannya tidak selalu yang menjadi motor akan mengisi alam perubahan yang dibuatnya itu. Reformasi ’98 adalah contoh sederhana untuk hal itu.
Salah satu poin penting adalah, perubahan itu datangnya dari golongan elit. Jumlah mereka sedikit, tapi daya aruhnya besar. Mengapa terjadi seperti itu? Karena yang sedikit ini memiliki peran yang penting disebabkan kualitas mereka yang besar. Bersyukurlah, karena dengan itu, kita masih bisa menghitung jumlah pahlawan yang harus kita hargai.

Mahasiswa merupakan golongan elit di bangsa ini. Dari sekian banyak pemuda di negeri ini, merekalah yang memiliki kapasitas keilmuan lebih dari sisanya. Dan jumlah mereka sedikit. Sebenarnya, merekalah yang paling bisa diharapkan untuk memimpin perubahan bangsa ini. Dan pada kenyataannnya memang bangsa ini berharap pada mereka, walaupun bangsa ini tidak menyadarinya.       
            Kawan ... mari kita berbicara tentang sebuah idealitas seorang mahasiswa, banyak mahasiswa ketika ditanya tentang mahasiswa ideal. Sungguh sebuah jawaban yang terlalu pessimistis. Hal ini menunjukkan mentalitas generasi muda kita dewasa ini. Generasi yang terlanjur trauma dengan beratnya jejak-jejak penjajahan kolonial, perekonomian yang kian memburuk dan krisis keteladanan dari generasi tua.

Ideal, idealis, idealitas adalah predikat mahasiswa seharusnya. Menjadi ideal adalah sebuah pengharapan yang dibarengi tindakan. Menjadi ideal menuju kesempurnaan adalah proses panjang yang harus dilewati, diwujudkan. Terus berusaha, tanpa kenal kata henti adalah menjadi kata kuncinya.
Kalau pepatah mengatakan, “No body perfect in the world”. Itu benar adanya karena memang sudah menjadi fitrah bahwa manusia itu ada pada kelemahan atau kekhilafan. Namun hal itu bukanlah berarti pasrah begitu saja, stop action? No. Sebuah hal yang ideal, untuk mencapainya butuh proses yang panjang, yang tak kenal lelah, yang terus melaju-fokus pada hasil akhir. Proses adalah segala-galanya bukan hasil. Proseslah yang menjadi parameter kesuksesan hakiki bagi seorang yang mengaku idealis.
Sebagai seorang yang mengaku bertuhan, kita akan teringat  bahwa Allah melihat pada prosesnya bukan pada hasilnya. Proses yang baik dan benar serta hebat pasti membawa hasil yang baik, sekalipun secara lahiriah terlihat gagal dalam waktu tertentu—tetap saja proses yang baik, benar dan hebat itu penuh keberkahan. Keberkahan-kebarkahan itu semisal kesabaran yang patut dicontoh, kejujuran yang layak ditiru, kerja keras yang mesti dicontoh, kebahagiaan hati, dan ketenangan orang-orang sekeliling kita.

Proses yang baik, benar dan hebat itu cepat atau lambat pasti memberikan hasil yang mengagumkan. Ingat rumus berikut ini, keberuntungan adalah kesiapan yang bertemu dengan kesempatan. Kesiapan butuh proses yang panjang. Nah, orang yang berproses sebenarnya tinggal menunggu waktu suksesnya.
            Nah sekarang begitu banyak parameter untuk menjadikan mahasiswa yang ideal, silahkan kawan tentukan sendiri parameternya mau seperti apa kita menjadi mahasiswa. Intinya usaha kita untuk menjadi seorang mahasiswa yang mengejar idealitas adalah sebuah cita-cita mulia dan itu ketika direalisasikan adalah bentuk kesyukuran kita kepada rabb kita Allah SWT atas anugrah yang diberikan kepada mahasiswa dan inilah bentuk karya luar biasa untuk menjemput cinta dan senyuman dari SANG ROBB. Selamat berjuang semoga kawan menjadi mahasiswa yang terus berusaha pantang menyerah menjadi mahasiswa yang ideal untuk sebuah perubahan menuju negeri yang tersenyum.... amiiin ya robb !!!

Read More..

Revitalisasi Peran Pemuda dan Kepemimpinan Dalam Negara

Kamis, 08 April 2010
Pemuda
Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Ungkapan ini begitu masyhur dan telah menjadi nyata. Selain itu juga adanya sebuah pernyataan bahwa masa depan terletak di genggaman para pemuda. Artinya, baik buruknya suatu umat di masa datang di tentukan oleh baik buruknya pemuda di masa kini. Ungkapan tersebutlah yang menjadi barometer dan standarisasi dalam pembinaan dan mendidik generasi muda untuk melanjutkan estafet perjuangan.
Pemuda merupakan pilar kebangkitan umat. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.
Dengan demikian, maka sungguh banyak kewajiban pemuda, tanggung jawab, dan semakin berlipat, hak-hak umat yang harus ditunaikan oleh para pemuda. Pemuda dituntut untuk berfikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat dan hendaknya mampu menunaikan hak-hak umat dengan baik. Dengan kata lain, pemuda sesungguhnya dituntut untuk mendidik dirinya menjadi pemuda yang memiliki jiwa-jiwa pemimpin.
Ada dua hal yang menonjol pada diri pemuda dalam sebuah gerakan. Pertama, kedudukannya sebagai basis operasional dan kedua, perannya dalam proses kaderisasi.
Kekuatan dan kesemangatan membuat pemuda menjadi sangat cocok bagi peran operasional yang membutuhkan energi besar. Sedangkan kepolosannya memudahkan para penggerak untuk menanamkan nilai-nilai yang akan memotivasi aktivitas gerakan.
Potensi kepemudaan ini sangat dihargai disemua lini kehidupan terlebih menurut islam. Arahan bagi para pemuda untuk menyalurkan potensinya kepada kebaikan yang sejati.
Kebaikan yang akan membuat mereka jaya di dunia dan juga di akhirat. Berhamba hanya kepada Allah, Berjuang hanya untuk kejayaan Islam, bekerja keras hanya untuk menegakkan kebenaran yang sejati. Inilah jalan hidup pemuda muslim yang berharga.
Pemimpin
Pemimpin dalam satu negara, ibarat kepala bagi tubuh. Inilah yang menentukan seluruh tujuan dan disini pula tempat berkumpulnya segala macam informasi. Pemimpin bertugas memikirkan, dan mengkaji setiap masalah yang dihadapi oleh apa yang telah ia pimpin. Pemimpin juga merupakan lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff.
Seorang bijak pernah mengatakan :
Pemimpin yang baik adalah yang mampu membantu memecahkan kesulitan mereka yang dipimpin serta mempersiapkan calon atau kader pemimpin yang nanti akan menggantikannya.”
Disinilah pemimpin diharapkan mampu melakuakan perubahan baik bagi dirinya maupun orang lain dan yang dipimpinnya menuju kearah kebaikan.
Kepemimpinan Pemuda Pada Masa Kecemerlangan Islam dan Masa Abad ke 20
Berbagai kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar peristiwa yang telah lalu banyak dipengaruhi oleh mereka yang tergolong pemuda. Hampir seluruh gerakan di dunia, sejak zaman purba hingga zaman satelit ini, pemuda memiliki peran yang cukup signifikan. Bahkan ketika Islam mencetuskan gerakan dakwahnya belasan abad yang silam. Kepemimpinan itu telah ada dari zaman Rasulullah SAW hingga kini.
Sebagai salah satu acuan pada zaman tabi’ut tabi’in. Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu contoh sosok pemuda yang berhasil dalam memimpin di masanya.
Telah diriwayatkan bahwa sosok Umar bin Abdul Aziz menghadirkan pribadi yang sungguh luarbiasa. Hal itu dapat terlihat dari kesucian jiwanya dan keagungan jejak hidupnya. Walaupun Umar bin Abdul Aziz tidak hidup pada masa diturunkannya wahyu namun ia mencoba mamindahkan masa wahyu itu kepada masanya, yaitu masa-masa yang penuh dengan kegelapan, penindasan dan diwarnai oleh fanatisme yang membabi buta.
Pada masa itu, Umar bin Abdul Aziz mampu merubah tradisi Daulat Bani Umayyah yang rendah yang telah berlalu selama 60 tahun, menjadi masa pemerintahan yang indah, baik, adil, dan sejahtera yang mirip dengan masa Rasulullah SAW.
Dalam hal tersebut yang ia habiskan hanya memakan waktu dua tahun lima bulan dan beberapa hari saja. Keistimewaan dirinya inilah membuat Umar bin Abdul Aziz dan sejarah perjuangannya lebih mirip legenda daripada fakta.
Umar bin Abdul Aziz menerima kekuasaan sebagai khalifah dikala ia masih muda. Saat itu usianya belum mencapai 35 tahun. Suasana yang ditemui Umar bin Abdul Aziz diawal kekhalifahannya telah memaksanya untuk menumpahkan perhatiannya yang lebih besar terhadap hak-hak manusia.
Sedangkan di awal abad ke-20 yang lalu, di negeri Mesir muncul seorang tokoh muda yang sangat terkenal sampai sekarang. Beliau adalah Hasan Al Banna. Hasan Al Banna tidak saja menjadi sosok pemimpin bagi para pengikutnya saat itu, namun ia adalah sosok pemimpin yang muncul dan tampil dalam situasi dan kondisi yang tidak mendukung, iklim yang tidak pas. Bahkan ia muncul di zaman kegelapan yang sangat pekat, di tengah-tengah masyarakat yang terkena kelumpuhan berfikir, ruhani yang kosong, ‘athifah (empati, simpati, dan emosi) yang dingin, kemauan yang lemah, tekad yang lentur, semangat yang rapuh, badan yang loyo, kehidupan yang labil, akhlak yang rusak, ketundukan kepada kekuatan, dan keputusasaan untuk melakukan perbaikan.
Kejeniusan Hasan Al Banna tampak jelas dalam kecintaannya kepada islam, Integritas kepemimpinannya sepenuhnya untuk dakwah dengan segala bakat, potensi, dan tulisan-tulisannya. Hasan Al Banna memiliki pengaruh yang sangat besar di kalangan kader-kadernya terbukti gerakan dakwah yang dirintisnya hingga kini konsepnya merata hampir diseluruh dunia.
Beliau adalah pembangun generasi, murabbi rakyat dan pemilik madrasah ilmiyah fikriyah khuluqiyah. Hal ini telah mempengaruhi kecendrungan semua orang yang berkontak dengannya, baik dari kalangan pelajar atau aktivis, dalam cita rasa mereka, metodologi berfikir mereka, gaya penjelasan mereka. Pengaruh ini masih dapat kita rasakan hingga kini.
Peran pemimpin-pemimpin tersebutlah yang layak direvitalisasi kembali dengan baik dan benar khususnya bagi kaum muda, karena merekalah yang akan menjadi teladan konkrit bagi masyarakat kontemporer dalam mewujudkan manhaj al hayyah yang shahih.
Perubahan Sebagai Agenda Umat
Setiap manusia, setiap kita, dan setiap umat memiliki kecenderungan untuk meraih sebuah kemenangan. Dan kemenangan itulah merupakan suatu agenda besar yang dimiliki oleh umat.
Upaya dalam meraih kemenangan itu hendaknya dilakukan dengan terus menerus dan tidak boleh berhenti meski telah memperolehnya. Dalam meraih sebuah kemenangan tersebut hendaknya setiap orang melakukan perubahan. Perubahan yang dikehendaki, bukan sekedar merubah nama atau bentuk lahir suatu masyarakat, namun merubah suatu realita baru termasuk di dalamnya prinsip-prinsip ber-aqidah, pemikiran, moral, hukum, budaya, yang mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia. Perubahan yang kita cita-citakan dan idamkan bersama haruslah diraih secara bersama-sama dan dengan semangat yang sama pula. Hal ini dapat tercermin melalui masyarakat substantif..
Kekuatan dan Peran Pemuda Terhadap Perubahan
Perubahan yang diinginkan bersama adalah perubahan yang komprehensif dan substantif, meliputi seluruh bidang kehidupan dan sisi normatif bagi seluruh umat. Bukan sekedar perubahan yang sifatnya parsial dan hanya menjadi solusi sesaat, yang pada akhirnya akan kembali melahirkan masalah-masalah baru. Untuk itulah sangat dibutuhkannya peran pemuda yang bersungguh-sungguh dalam melakukan perubahan.
Ada kontribusi lain yang bisa diberikan kepada Islam dan umat ini, yaitu tenaga dan amal nyata yang dilakukan oleh para pemuda. Seorang mukmin dalam perspektif Al Qur’an digambarkan sebagai manusia yang dinamis, progresif dan produktif. Dia senantiasa memiliki daya juang dan daya dobrak dalam menebarkan nilai-nilai kebenaran yang telah diyakininya. Begitu juga memiliki prinsip istiqomah dalam amanah yang telah dipikulnya. Bekerja adalah budayanya, berkorban adalah nalurinya dan fitrahnya adalah keberanian.
Selalu tegar dan tidak pernah gentar dalam menebarkan nilai kebenaran dan kebaikan.
Beramal dan bergerak juga merupakan indikator kebaikan hidup bagi seorang pemuda islam. Karena semua yang bergerak dan beramal akan mendatangkan kemashlahatan dan kebaikan.
Sungguh fitrah ini bisa sukses apabila ada umat yangkuat, keikhlasan yang penuh di jalannya, hamasah yang membara dan adanya persiapan yang melahirkan tadhhiat (pengorbanan) dan amal untuk merealisasikannya. Dan hampir-hampir empat pilar ini (iman, ikhlas, hamasah dan amal) merupakan karakteristik bagi para pemuda. Karena dasar keimanan adalah hati yang cerdas, dasar keikhlasan adalah nurani yang suci, dasar hamasah adalah syu’ur yang kuat dan dasar amal adalah ‘azm menggelora.”( Hasan Al Banna)
Oleh karenanya, seorang pemuda tidak boleh berpangku tangan tanpa ada partisipasi dalam mewujudkan agenda perubahan umat. Tuntutan bagi para pemuda untuk bergerak dikarenakan bahwa pemuda adalah sosok yang memiliki jiwa intelektualitas. Sebagai entitas masyarakat, pemuda juga berusaha kritis terhadap kondisi masyarakatnya dan berusaha mengungkapkan realitas dan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat, dan menyampaikan langsung kepada para penguasa dan mampu mengambil kebijakan. Pada akhirnya pemuda menjadi tumpuan bagi rakyat untuk terus menyuarakan perubahan.
Harapan, Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Pemuda
Sebuah proses perubahan sangat dipengaruhi oleh pemimpin. Terlebih lagi dalam struktur dan budaya sosial yang paternalistik. Untuk dapat mewujudkan masyarakat yang beradab, bangsa ini harus memiliki pemimpin yang amanah, mau bekerja keras, dan mampu mengarahkan serta menggerakkan massanya untuk bersama berjuang mencapai cita-cita perjuangannya. Hal inilah yang menjadi harapan bagi seluruh masyarakat dan para pemuda.
Kalau dilihat di negara Indonesia, para foundhing fathers telah menetapkan, bahwa perubahan yang harus terjadi adalah terwujudnya kemerdekaan, kebersamaan, ketuhanan yang Maha Esa, krmanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kedaulatan rakyat, dan yang terakhir adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana termaktub dalam konstitusi negara kita. Sebuah cita-cita besar dari sebuah perubahan.
Berbagai rezim telah dilalui, namun perubahan yang diinginkan oleh seluruh umat khususnya rakyat Indonesia belum dapat diwujudkan. Keinginan mendapatkan perubahan tetap terus bersemayam di dalam dada rakyat Indonesia hingga kini. Mereka masih terus menuntut, bergerak, berjuang dan melawan hingga tercapainya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia.
Hal itulah yang menjadi salah satu tantangan bagi para pemuda sebagai pemimpin masa depan. Adapun hal lain yang menjadi tantangan bagi para pemuda dalam melakukan perubahan adalah terkotorinya kepribadian Islam oleh beberapa golongan yang melumpuhkan sendi kekuatannya.
Kepemimpinan untuk saat ini masih menjadi sebuah masalah yang harus terus diasah dan ditingkatkan kualitasnya. Apalagi itu akan menjadi sangat urgen ketika kita mengharapkan kokohnya kepemimpinan yang bisa menampilkan moral dan akhlaq Islami. Kepemimpinan masih menjadi masalah krusial yang kemudian mengakibatkan negeri ini mengalami krisis multidimensi yang parah. Wallahu a’lam

sumber: Ketua Kompetensi Kammi Pusat dalam www.eramuslim.com Read More..